Rabu, 17 Maret 2010

Makruh VS Sunah

Apabila ada orang yang di tempat kerjanya selalu melaksanakan sholat yang lima waktu, maka dia dijuluki pak ustadz atau orang saleh, mengapa ? karena mungkin mayoritas orang tidak suka melakukan apa yang si orang tadi lakukan.

Seringkali orang menjadikan ibadah yang wajib sebagai ujung patokan kesholehan. Apabila sudah melaksanakan hal-hal yang wajib maka tercapailah derajat kesalehan.

Padahal kalau dipelajari sesungguhnya amalan sunah itu jauh....jauh lebih banyak daripada yang wajib. dan untuk mencapai derajat kesholehan maka sebanyak mungkin amalan sunah itu 'harus' kita lakukan.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak pemikiran yang salah mengenai ibadah sunah ini. Hal ini dikarenakan paradigma mengenai ibadah sunah yang ditanamkan kebanyakan guru / ulama di sekitar kita. Sunah itu artinya
Kalau dilaksanakan dapat pahala, kalau ditinggalkan TIDAK APA-APA. ya.. yang terlintas di pikiran kita adalah kata "TIDAK APA-APA'-nya dibandingkan 'pahala'-nya. akhirnya ditinggalkanlah ibadah sunah itu.
Sebaliknya mengenai makruh Kalau dilakukan TIDAK APA-APA, kalau diitinggalkan mendapat pahala. sekali lagi yang tertanam di pikiran adalah 'TIDAK APA-APA'-nya.

Yang jadi kekhawatiran adalah kalau
terbiasa meninggalkan yang sunah maka akan dekat kepada meniggalkan yang wajib dan sebaliknya kalau terbiasa melakukan yang haram maka akan dekat untuk melakukan yang haram.
Mudah-mudahan itu tidak terjadi
Waspadalah!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar